BREAKING NEWS

Bab Lithosfer - Tenaga Endogen Untuk Materi Geografi Kelas X

🌍 KURIKULUM MERDEKA IPS Geografi Kelas X Bab 4: Lingkungan Geosfer (Litosfer)

Rangkuman materi lengkap dan infografis interaktif mengenai Karakteristik Lapisan Bumi, Siklus Batuan, Tektonisme, Vulkanisme, dan Seisme beserta latihan evaluasi 30 Soal HOTS Geografi.

🌐
3 Lapisan Utama Bumi Kerak Bumi, Mantel & Inti Bumi
🪨
3 Klasifikasi Batuan Batuan Beku, Sedimen & Metamorf
🌋
Tenaga Endogen Tektonisme, Vulkanisme & Seisme
🧠
30 Soal HOTS CBT Pilihan Ganda A–E & Pembahasan
A

Karakteristik Lapisan Bumi dan Batuan Penyusunnya

Konsep Dasar Litosfer: Secara etimologis berasal dari bahasa Yunani, yaitu lithos (batuan) dan sphaira (lapisan). Litosfer adalah lapisan batuan terluar bumi yang mencakup kerak bumi (crust) hingga mantel bagian atas (kedalaman 0–100 km). Litosfer menumpang di atas lapisan Astenosfer yang bersifat plastis dan menjadi tempat berlangsungnya pergerakan lempeng tektonik (plate motion).

🌐 Infografis Interaktif: Struktur 3 Lapisan Utama Bumi

1. Kerak Bumi 2. Mantel Bumi 3. Inti Bumi
👆 Ketuk irisan gambar bumi atau tombol di bawah untuk melihat detail setiap lapisan

1. Kerak Bumi (Earth's Crust)

Lapisan terluar bumi yang tipis, padat, dan tersusun atas batuan tempat seluruh makhluk hidup tinggal. Terbagi menjadi dua jenis:

  • Kerak Samudra (Oceanic Crust): Ketebalan 5–10 km, tersusun atas batuan yang kaya Silisium dan Magnesium (Sima / Basalt), massa jenis lebih besar (~3,0 g/cm³) sehingga menunjam di zona subduksi.
  • Kerak Benua (Continental Crust): Ketebalan 20–70 km, tersusun atas batuan yang kaya Silisium dan Aluminium (Sial / Granit), massa jenis lebih ringan (~2,7 g/cm³).

🪨 Struktur dan Klasifikasi 3 Jenis Batuan Penyusun Litosfer

Berdasarkan proses pembentukan, susunan mineral, dan teksturnya, batuan penyusun litosfer dikelompokkan menjadi tiga jenis utama: Batuan Beku, Batuan Sedimen, dan Batuan Metamorf (Malihan).

1. Batuan Beku (Igneous Rocks)

Pembekuan Magma & Lava

Pengertian & Ciri-Ciri: Batuan keras yang terbentuk langsung dari pendinginan dan pembekuan magma di dalam bumi maupun lava di permukaan bumi. Memiliki karakteristik keras, kompak, bersifat homogen, tidak memiliki pelapisan (stratifikasi), serta tidak mengandung fosil.

🏛️ Contoh Pemanfaatan: Bangunan Candi Borobudur tersusun dari batuan beku luar yang sangat kokoh dan tahan cuaca, yakni Batu Andesit.

A. Berdasarkan Tempat Pembekuan:

  • Batuan Beku Dalam / Plutonik (Intrusive): Membeku sangat lambat jauh di dalam kulit bumi sehingga bertekstur kasar/kristal penuh (Faneritik). Contoh: Granit, Diorit, Gabro.
  • Batuan Beku Gang / Korok (Hypabyssal): Membeku agak cepat pada celah litosfer dekat permukaan, bertekstur campuran kristal besar dan halus (Porfiritik). Contoh: Granit Porfiri, Diorit Porfiri.
  • Batuan Beku Luar / Vulkanik (Extrusive): Membeku sangat cepat di permukaan bumi dari lelehan lava, bertekstur halus (Afanitik) atau gelas. Contoh: Andesit, Basalt, Obsidian, Batu Apung.

B. Berdasarkan Ukuran Butiran Mineral:

  • Holokristalin: Seluruhnya terdiri dari kristal mineral yang tampak jelas oleh mata telanjang.
  • Hipokristalin: Terdiri dari campuran kristal mineral dan masa gelas (non-kristalin).
  • Holohialin: Seluruhnya terdiri dari gelas (non-kristalin) akibat pendinginan sangat cepat.

C. Manfaat Batuan Beku:

  • Obsidian: Bahan pisau tajam, mata panah, dan perhiasan.
  • Basalt: Bahan dasar pengeras jalan dan campuran beton.
  • Andesit: Fondasi bangunan, jembatan, dan candi.

2. Batuan Sedimen (Sedimentary Rocks)

Pelapukan, Pengendapan & Litifikasi

Pengertian & Ciri-Ciri: Batuan yang terbentuk dari akumulasi material hasil perombakan/pelapukan batuan yang ada sebelumnya, pengendapan larutan kimiawi, maupun sisa organisme yang mengalami pemadatan dan penyemenan (Litifikasi: kompaksi & sementasi). Ciri khasnya adalah berlapis-lapis (stratifikasi) dan sering mengandung fosil.

a. Batuan Sedimen Klastik (Fisik)

Terbentuk dari pecahan batuan yang terangkut dalam wujud padat (tidak larut) akibat pelapukan dan erosi, lalu mengendap dan memadat di tempat lain.

Breksi (Butiran Bersudut Runcing) Konglomerat (Butiran Membulat) Batu Pasir (Sandstone) Serpih / Lempung (Shale)

b. Batuan Sedimen Kimiawi (Chemical)

Terbentuk dari pengendapan mineral yang terlarut di dalam air melalui proses kimiawi seperti penguapan (evaporasi) atau presipitasi.

Gypsum Stalaktit & Stalagmit Gua Karst Batu Garam (Halite) Batu Gamping / Kapur (Limestone)

c. Batuan Sedimen Organik (Organic)

Terbentuk dari akumulasi dan pemadatan sisa-sisa organisme (tumbuhan purba, hewan laut, cangkang kerang, dan terumbu karang) yang telah mati.

Batu Bara (Coal) Batu Karang (Koral) Endapan Diatomea

Berdasarkan Tenaga Pengangkut & Tempatnya:

  • Tenaga Pengangkut: Akuatik (air), Glasial (es/gletser), Aeolis/Aeris (angin).
  • Lingkungan Pengendapan: Marin (laut), Teristris (darat), Limnis (danau/rawa), Fluvial (sungai).

Manfaat Batuan Sedimen:

  • Konglomerat & Pasir: Material konstruksi bangunan.
  • Batu Kapur: Bahan baku utama semen dan fondasi.
  • Serpih: Perabot rumah tangga, bata, dan keramik.
  • Batu Bara: Sumber energi dan bahan bakar PLTU.

3. Batuan Metamorf / Malihan (Metamorphic Rocks)

Suhu Tinggi, Tekanan Kuat & Fluida Magma

Pengertian & Ciri-Ciri: Batuan yang mengalami perubahan bentuk, susunan mineral, dan tekstur dari batuan asalnya akibat pengaruh tekanan sangat kuat dan temperatur sangat tinggi. Teksturnya terbagi menjadi Kristaloblastik (tekstur batuan asal tidak tampak lagi) dan Relik (sisa tekstur batuan asal masih tampak).

a. Batuan Metamorf Kontak (Termal)

Terbentuk akibat kontak langsung dengan intrusi magma panas (faktor utama: suhu tinggi). Contoh: Batu Marmer / Pualam (dari batu kapur/gamping yang terkena panas magma).

b. Batuan Metamorf Dinamo (Regional / Mekanik)

Terbentuk akibat tekanan terarah yang sangat kuat pada zona pembentukan pegunungan lipatan (faktor utama: tekanan tinggi). Contoh: Batu Sabak (Slate) dari batu lempung/serpih, Sekis, dan Gneiss.

c. Batuan Metamorf Kontak Pneumatolitis (Hidrotermal)

Terbentuk akibat penyusupan gas atau fluida kimia panas dari magma ke batuan induk. Contoh: Batu Kuarsit (dari batu pasir terkena fluida silika panas) serta batu permata Topaz & Turmalin.

Manfaat Marmer/Pualam: Lantai, dinding, meja & patung Manfaat Kuarsa/Kuarsit: Pembuatan kaca, jam tangan & silikon chip Manfaat Batu Sabak: Campuran semen & papan tulis batu
🔄

Infografis Siklus Batuan (The Rock Cycle)

🔄 Bagan Interaktif Siklus Batuan Terpadu

Pembekuan Pengangkatan & Pelapukan Pengendapan Litifikasi (Memadat) Suhu & Tekanan Tinggi Pelelehan (Melting) Suhu & Tekanan MAGMA BATUAN BEKU Pelapukan Sedimen BATUAN SEDIMEN BATUAN METAMORF
👆 Ketuk kotak tahapan pada diagram atau tombol di bawah untuk melihat penjelasan tahapan
Alur Terpadu Siklus Batuan

Mengapa Siklus Batuan Bersifat Dinamis dan Berkelanjutan?

Siklus batuan berawal dari Magma cair bersuhu tinggi yang membeku menjadi Batuan Beku. Saat tersingkap di permukaan bumi, batuan mengalami pelapukan, erosi, dan pengendapan menjadi material Sedimen, lalu memadat (litifikasi) menjadi Batuan Sedimen. Baik batuan beku maupun batuan sedimen yang terdorong ke kedalaman dan terkena suhu serta tekanan tinggi berubah menjadi Batuan Metamorf, hingga akhirnya meleleh kembali menjadi Magma.

B

Tektonisme dan Pengaruhnya terhadap Kehidupan

Pengertian Tektonisme: Tenaga dari dalam bumi (endogen) yang menyebabkan terjadinya perubahan letak (dislokasi) atau perubahan bentuk (deformasi) pada lapisan kulit bumi secara horizontal maupun vertikal. Terbagi atas Gerak Epirogenetik dan Gerak Orogenetik.

1. Gerak Epirogenetik (Pembentukan Benua)

Gerak pergeseran lapisan kerak bumi secara vertikal yang berlangsung sangat lambat dalam waktu geologis yang lama dan meliputi wilayah yang sangat luas.

Daratan Turun ↓ • Air Laut Seolah Naik

A. Epirogenetik Positif

Daratan Turun ↓ ↑ Laut Seolah Naik (Transgresi)

Gerak turunnya daratan sehingga tampak permukaan air laut naik dan garis pantai bergeser maju ke arah daratan (Transgresi).

Contoh: Tenggelamnya Paparan Sunda & Paparan Sahul, serta turunnya kepulauan di Laut Banda/Maluku.

Daratan Naik ↑ • Air Laut Seolah Turun

B. Epirogenetik Negatif

Daratan Naik ↑ ↓ Laut Seolah Turun (Regresi)

Gerak naiknya daratan sehingga tampak permukaan air laut turun dan garis pantai bergeser mundur ke arah laut (Regresi).

Contoh: Terangkatnya Pulau Buton & Pulau Timor (ditemukan terumbu karang di perbukitan).

2. Gerak Orogenetik (Pembentukan Pegunungan Lipatan & Patahan)

Gerak pergeseran kulit bumi yang berlangsung relatif cepat dan meliputi wilayah yang lebih sempit, menghasilkan bentang alam Lipatan (Folding) dan Patahan (Faulting).

A. Morfologi Lipatan (Folding)

Sifat Batuan: Elastis / Lentur (Ductile)

Terjadi ketika lapisan batuan yang elastis menerima tekanan horizontal sehingga melengkung membentuk punggung lipatan (Antiklinal) dan lembah lipatan (Sinklinal). Contoh: Pegunungan Bukit Barisan, Pegunungan Kendeng, Pegunungan Jayawijaya.

▲ ANTIKLINAL (Puncak) ▲ ANTIKLINAL ▼ SINKLINAL (Lembah)
1. Lipatan Tegak: Posisi bidang sumbu lipatan tegak lurus terhadap bidang lipatan.
2. Lipatan Miring: Salah satu sisi miring ke satu arah karena tekanan timpang.
3. Lipatan Rebah: Berbentuk sangat landai seperti benda yang merebah.
4. Lipatan Menggantung: Memiliki puncak yang menggantung di atas lembah.

B. Morfologi Patahan / Sesar (Faulting)

Sifat Batuan: Keras & Rapuh (Brittle)

Terjadi ketika lapisan batuan yang keras dan rapuh menerima tekanan melampaui batas elastisitasnya hingga patah membentuk blok tanah naik (Horst) dan blok lembah turun (Graben / Slenk). Contoh: Patahan Semangko, Sesar Lembang, Sesar Palu-Koro, Sesar Opak.

▲ HORST (Tanah Naik) ▼ GRABEN / SLENK (Turun) ▲ HORST (Tanah Naik)
1. Patahan Normal (Normal Fault): Blok batuan bergerak turun ke bawah mengikuti bidang patahan.
2. Patahan Naik (Reverse/Thrust Fault): Blok batuan bergerak naik terhadap blok lainnya.
3. Patahan Mendatar (Strike-Slip Fault): Pergeseran mendatar ke arah kiri atau kanan.
4. Patahan Miring (Oblique Fault): Kombinasi pergeseran vertikal dan mendatar.
C

Vulkanisme dan Pengaruhnya terhadap Kehidupan

Pengertian Vulkanisme: Fenomena akibat aktivitas pergerakan magma dari dalam litosfer menuju ke permukaan bumi. Indonesia memiliki sekitar 127 gunung berapi aktif yang tersebar di Pulau Sumatera, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi, dan Maluku.

1. Intrusi Magma & 7 Bentuk Penampang Intrusi

Intrusi Magma adalah penerobosan magma melalui celah/retakan lapisan batuan litosfer tetapi membeku di dalam kulit bumi (tidak sampai ke permukaan).

1 2 3 4 5 6 7
👆 Ketuk nomor 1–7 pada gambar atau tombol di bawah untuk melihat jenis intrusi magma
Bentuk Intrusi #1

1. Lakolit (Laccolith)

Intrusi magma yang menyusup di antara lapisan batuan dan mendesak lapisan di atasnya hingga melengkung membentuk kubah cembung ke atas dengan bagian alas tetap rata.

2. Ekstrusi Magma dan Jenis Erupsi Gunung Api

4 Material Ekstrusi Magma:

  • Lava: Magma cair pijar yang keluar dan mengalir di permukaan bumi.
  • Lahar: Lava yang mengalir dan bercampur dengan material lain di permukaan (air, lumpur, pasir, batu).
  • Eflata (Piroklastik Padat): Material padat hasil letusan seperti Bom (batu besar), Lapili (kerikil), dan Tuff (abu vulkanik).
  • Ekshalasi (Gas): Material gas meliputi Mofet (CO2 beracun), Fumarol (uap air H2O), Solfatar (belerang H2S), dan Awan Panas.

2 Jenis Erupsi Gunung Api:

💥 Erupsi Eksplosif (Ledakan): Berupa ledakan kuat yang melontarkan benda padat (bom, lapili, tuff) karena dapur magma dalam, gas sangat kuat, dan magma bersifat asam/kental.
🌊 Erupsi Efusif (Lelehan): Berupa lelehan lava yang keluar tenang melalui rekahan karena dapur magma dangkal, tekanan gas lemah, dan magma bersifat basa/encer.

3. Tiga Bentuk Gunung Api Berdasarkan Sifat Erupsi

1. Gunung Api Strato (Kerucut Berlapis)

Campuran Efusif & Eksplosif

Terbentuk karena materi letusan merupakan campuran/perselingan antara hasil erupsi efusif (lava) dan erupsi eksplosif (piroklastik) secara berulang sehingga tubuhnya berlapis-lapis membentuk kerucut.

Contoh: Sebagian besar gunung di Sumatera, Jawa, Bali & Nusa Tenggara (G. Merapi, G. Semeru, G. Kerinci, G. Rinjani)

2. Gunung Api Maar (Corong / Kawah Lebar)

Eksplosif Dapur Magma Dangkal

Terbentuk karena adanya letusan eksplosif kuat dari dapur magma yang relatif kecil atau dangkal sehingga membentuk kawah lebar menyerupai corong.

Contoh: Gunung Bromo, Gunung Tangkuban Perahu, Gunung Lamongan

3. Gunung Api Perisai (Shield Volcano)

Efusif Lava Sangat Cair

Terbentuk karena magma yang keluar bersifat sangat cair (encer) dengan tekanan gas lemah sehingga mengalir jauh membentuk lereng sangat landai seperti perisai. (Tidak ada di Indonesia).

Contoh: Gunung Mauna Loa & Kilauea di Kepulauan Hawaii, Amerika Serikat

4. Tujuh Jenis Gunung Berapi Berdasarkan Tipe Letusan

Tipe Letusan Karakteristik Magma & Dapur Magma Ciri Khas Letusan & Contoh Gunung Api
1. Tipe Hawaii Lava sangat cair, dapur magma sangat dangkal, tekanan gas rendah. Skala letusan kecil tetapi intensitasnya tinggi berupa pancuran dan lelehan lava pijar (G. Mauna Loa, Kilauea).
2. Tipe Stromboli Lava cukup cair, dapur magma dangkal, tekanan gas sedang. Interval waktu letusan hampir sama dan terus-menerus memuntahkan eflata dan material padat (G. Stromboli, G. Raung).
3. Tipe Vulkano Lava sedang–kental, dapur magma dangkal sampai dalam, gas sedang–tinggi. Mengeluarkan material padat dan cair seperti bom, lapili, dan lava disertai awan debu (G. Semeru, G. Bromo).
4. Tipe Merapi Lava kental, dapur magma dangkal, tekanan gas makin kuat karena sumbatan. Lava kental menyumbat mulut kawah; saat runtuh/meledak menghasilkan awan panas Wedhus Gembel (G. Merapi).
5. Tipe Saint-Vincent Lava kental, dapur magma dangkal, tekanan gas sedang (berdanau kawah). Skala letusan sedang namun intensitasnya tinggi; air danau kawah tumpah membentuk lahar panas (G. Kelud, G. St. Vincent).
6. Tipe Pelee Lava sangat kental, dapur magma dalam, tekanan gas sangat besar. Penyumbatan di puncak kawah mengeras seperti jarum sehingga menyebabkan letusan besar (G. Mont Pelee).
7. Tipe Perret / Plinian Lava kental, dapur magma sangat dalam, tekanan gas luar biasa tinggi. Menghancurkan puncak gunung, meruntuhkan dinding kawah membentuk kaldera, semburan gas setinggi 80 km (G. Krakatau, G. Tambora).

Dampak Positif & Negatif Vulkanisme

✅ Dampak Positif:

  • Abu vulkanik menyuburkan tanah pertanian di sekitarnya.
  • Menghasilkan bahan galian tambang mineral dan pasir bangunan.
  • Bentuk muka bumi vulkanik menjadi destinasi wisata alam.

❌ Dampak Negatif:

  • Daerah lereng pegunungan yang terjal sulit dimanfaatkan.
  • Menimbulkan bencana gunung meletus (awan panas, lahar).
  • Menyebabkan rekahan dan deformasi di kerak bumi.

Mitigasi Bencana Gunung Meletus

🛡️ Sebelum Terjadi Letusan:

  • Memantau secara intensif kegiatan gunung berapi.
  • Membuat peta Kawasan Rawan Bencana (KRB) Gunung Meletus.
  • Melakukan simulasi evakuasi bencana gunung meletus.

🛠️ Setelah Terjadi Letusan:

  • Melakukan pendataan jangkauan letusan dan korban.
  • Menandai wilayah yang terdampak bencana.
  • Merenovasi berbagai fasilitas umum dan rumah yang hancur.
D

Seisme (Gempa Bumi) dan Pengaruhnya terhadap Kehidupan

Pengertian Seisme: Getaran pada permukaan bumi yang disebabkan oleh pelepasan kekuatan/energi dari dalam bumi, umumnya berasosiasi dengan gerakan lempeng tektonik dan diukur dengan Skala Richter (SR) atau Magnitudo (M).

1. Empat Jenis Gempa Bumi Berdasarkan Faktor Penyebabnya

1. Gempa Tektonik

Gempa bumi yang disebabkan oleh adanya kegiatan pergeseran atau tumbukan lempeng tektonik. Berpotensi memicu Tsunami (seperti Tsunami Aceh 2004 akibat gempa magnitudo 9,1 di lepas pantai barat Sumatera).

2. Gempa Vulkanik

Gempa bumi yang disebabkan oleh aktivitas pergerakan magma dan tekanan gas di dalam gunung berapi sebelum atau saat meletus.

3. Gempa Runtuhan (Terban)

Gempa bumi lokal yang terjadi akibat runtuhan massa batuan di gua kapur (karst) atau runtuhnya terowongan tambang bawah tanah.

4. Gempa Tumbukan

Gempa bumi yang terjadi akibat benda langit seperti meteor atau asteroid berukuran besar yang menabrak permukaan bumi.

💎 Pengaruh Positif Geologis Gempa Bumi

Selain dampak kerusakan fisik, getaran dan rekahan gempa bumi membuat bahan mineral logam atau batu mulia bernilai tinggi naik lebih dekat ke permukaan bumi sehingga lebih mudah ditambang.

🚨 4 Mitigasi Bencana Saat Gempa Bumi

  1. Berlindung di bawah meja kokoh atau di bawah segitiga kehidupan.
  2. Gunakan tangga darurat untuk menuruni gedung, jangan gunakan elevator/lift.
  3. Hentikan kendaraan dan keluar menuju tempat terbuka yang aman.
  4. Keluar dari bangunan menuju titik kumpul (assembly point).
📘

Sintesis Konsep & Latihan 30 Soal HOTS Geografi

💡 Tabel Sintesis Konsep Kritis Litosfer

Fokus Kajian Pertanyaan Analisis (HOTS) Sintesis & Konsep Inti Geografi
Siklus Batuan Mengapa siklus batuan berlangsung dinamis dan berkelanjutan? Karena adanya interaksi abadi antara tenaga endogen (magmatisme, tektonisme) di dalam bumi dan tenaga eksogen (pelapukan, erosi, sedimentasi) di permukaan bumi.
Tekstur Batuan Beku Bagaimana hubungan tempat pembekuan magma dengan ukuran kristal batuan? Pembekuan lambat di dalam bumi (plutonik) menghasilkan kristal besar (faneritik/holokristalin), sedangkan pembekuan cepat di permukaan (vulkanik) menghasilkan tekstur halus/gelas (afanitik/holohialin).
Keterdapatan Fosil Mengapa fosil organisme purba ditemukan pada batuan sedimen? Batuan sedimen mengendap pada suhu dan tekanan permukaan yang rendah sehingga sisa organisme terawetkan, sedangkan suhu magma batuan beku meleburkan materi organik.
Mitigasi Indonesia Bagaimana posisi Indonesia di pertemuan 3 lempeng memengaruhi mitigasi? Tumbukan lempeng Eurasia, Indo-Australia, dan Pasifik membentuk jalur subduksi, sesar aktif, dan 127 gunung api sehingga wajib menerapkan tata ruang berbasis KRB dan bangunan tahan gempa.
🧠 SIMULASI CBT 30 SOAL HOTS (PILIHAN GANDA A–E) Level Kognitif C4 (Analisis) & C5 (Evaluasi)

Uji Kompetensi Bab Litosfer Kelas X

Pilih salah satu jawaban yang paling tepat. Pembahasan analisis HOTS akan langsung tampil setiap kali Anda menjawab soal.

BENAR / DIJAWAB
0 / 0 (30 Soal)
NILAI AKHIR (SKALA 100)
0
Nomor Soal (Ketuk untuk melompat):
Soal #1 • Struktur Lapisan Bumi⚡ HOTS C4 - Analisis

Ketika lempeng samudra Indo-Australia bertumbukan dengan lempeng benua Eurasia di lepas pantai barat Sumatera dan selatan Jawa, lempeng samudra selalu menunjam ke bawah lempeng benua membentuk zona subduksi. Faktor geologis utama yang menyebabkan fenomena tersebut adalah...

Soal #2 • Karakteristik Lapisan Bumi⚡ HOTS C4 - Analisis

Para ahli geofisika menyimpulkan bahwa lapisan Inti Luar Bumi (Outer Core) berwujud cair, sedangkan Inti Dalam Bumi (Inner Core) berwujud padat meskipun suhu di Inti Dalam jauh lebih tinggi (>5.000°C). Penjelasan ilmiah yang paling tepat terhadap anomali tersebut adalah...

Soal #3 • Klasifikasi Batuan Beku⚡ HOTS C4 - Analisis

Seorang peneliti geologi menemukan dua sampel batuan beku di lereng pegunungan. Sampel X memiliki kristal mineral berukuran besar dan jelas terlihat mata telanjang (faneritik), sedangkan Sampel Y berwarna hitam mengilap seperti kaca tanpa kristal sama sekali (holohialin). Kesimpulan yang tepat mengenai sejarah pembentukan kedua batuan tersebut adalah...

Soal #4 • Pemanfaatan Batuan Beku⚡ HOTS C5 - Evaluasi

Masyarakat Jawa Kuno pada abad ke-8 memilih batu andesit sebagai material utama pembangunan Candi Borobudur dibandingkan batu gamping (kapur) yang juga banyak terdapat di Pulau Jawa. Alasan geologis paling tepat di balik pemilihan batu andesit tersebut adalah...

Soal #5 • Batuan Beku Gang/Korok⚡ HOTS C4 - Analisis

Batuan beku gang (hipabisal) seperti granit porfiri memiliki tekstur porfiritik, yakni perpaduan antara butiran kristal besar (fenokris) yang tertanam di dalam masa dasar kristal yang lebih halus. Mengapa tekstur campuran tersebut dapat terbentuk?

Halaman 1 / 6 (Soal 1–5)
Latest News
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Post a Comment