Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting

Pendekatan Geografi dan Contoh Terapannya

Pendekatan Geografi dan Contoh Terapannya

Pendekatan Geografi

Pengembangan ilmu bukan hanya mendasarkan pada objek material mengingat disiplin ilmu lain boleh jadi memiliki objek material geosfer sebagaimana ilmu geografi. Perbedaan geografi dengan disiplin ilmu lain terletak pada. Pendekatan Geografi adalah cara pandang dan cara berfikir terhadap fenomena geosfer dari sudut pandang atau melalui pendekatan Geografi. Berdasarkan hasil Seminar dan Lokakarya Geografi bahwa  Pendekatan Geografi, antara lain: pendekatan keruangan (spatial approach), pendekatan kelingkungan (ecological approach), dan pendekatan kompleks wilayah (regional complex approach).

1. Pendekatan Keruangan (spatial approach)

Pendekatan keruangan merupakan suatu cara pandang atau kerangka analisis yang menekankan eksistensi ruang sebagai penekanan. Eksisitensi ruang dalam perspektif geografi dapat dipandang dari struktur (spatial structure), pola (spatial pattern), dan proses (spatial processes). Dalam konteks fenomena keruangan terdapat perbedaan kenampakan strutkur, pola dan proses

Kerangka kerja analisis pendekatan keruangan bertitik tolak pada permasalahan susunan elemen-elemen pembentuk ruang. Dalam analisis itu dilakukan dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut.

  1. What? Struktur ruang apa itu? 
  2. Where? Dimana struktur ruang tersebut berada? 
  3. When? Kapan struktur ruang tersebut terbentuk seperti itu? 
  4. Why? Mengapa struktur ruang terbentuk seperti itu? 
  5. How? Bagaimana proses terbentukknya struktur seperti itu? 
  6. Who suffers what dan who benefits whats? Bagaimana struktur Keruangan tersebut didayagunakan sedemikian rupa untuk kepentingan manusia. 

Dampak positif dan negatif dari keberadaan ruang seperti itu selalu dikaitkan dengan kepentingan manusia pada saat ini dan akan datang. Proses keruangan berkenaan dengan perubahan elemen-elemen pembentuk ruang dana ruang. Oleh karena itu analisis perubahan keruangan selalu terkait dengan dengan dimensi kewaktuan (temporal dimension). Dalam hal ini minimal harus ada dua titik waktu yang digunakan sebagai dasar analisis terhadap fenomena yang dipelajari.

Analisis pendekatan keruangan dapat dicontohkan sebagai berikut. Contoh: Masalah kekurangan air bersih di Desa Ngara. Sumber masalah tersebut dapat diketahui dengan mengkaji fenomena geosfer di Desa Ngara misalnya: Curah hujan rendah, jenis tanahnya kapur, vegetasinya jarang atau gundul, air daerah tersebut mengandung kadar garam tinggi dll. Jika sumber masalah dapat diketahui maka dapat dicari solusi yang tepat, misalnya: melakukan penghijauan, untuk mengurang kadar garam dapat diterapkan permurnian air (osmosis terbalik atau penyulingan).

2. Pendekatan Kelingkungan (ecological approach)

Interaksi kehidupan manusia dengan faktor fisisnya membentuk sistem keruangan yang menghubungkan suatu region dengan region lainnya dikaji dalam geografi. Pendekatan ekologi adalah metode untuk menelaah dan menganalisa gejala atau masalah dengan menerapkan konsep dan prinsip ekologi. Pendekatan kelingkungan mengkaji hubungan antar variabel manusia dengan variabel lingkungan lebih ditekankan sehingga dapat dikatakan bahwa analisisnya lebih dikenal sebagai analisis vertikal.  Pendekatan, analisa, dan penelaahan gejala serta pemecahan masalah geografi menerapkan konsep-konsep ekologi manusia untuk menelaah manusia dengan lingkungannya dalam hubungannya dengan jalinan hidup pada tempat tinggal manusia yang meliputi; alam, persaingan, pertukaran dan proses simbiosenya. Kajian ekologi diarahkan pada hubungan antara manusia sebagai makhluk hidup dengan lingkungan alam, bahwa pemukiman ditinjau sebagai suatu bentuk ekosistem hasil interaksi penyebaran dan aktivitas manusia dengan lingkungan alamnya.

Contoh: Masalah rendahnya kualitas udara (kadar CO2 dan NO2 melebihi ambang batas kesehatan) di Kota Jogja. Penyebab rendahnya kualitas udara Kota Jogja dapat diketahui dengan menganalisis interaksi manusia dengan lingkungan sekitar, misalnya: Masyarakat Kota Jogja banyak menggunaan kendaraan bermotor, membakar sampah sembarangan, merokok, dan lain-lain. Sebagai salah satu solusi untuk mengatasi rendahnya kualitas udara Kota Jogja akibat banyaknya kendaraan bermotor dapat dilakukan dengan menambah angkutan umum yang lebih ramah lingkungan (menggunakan BBG) dan penghijauan.

3. Pendekatan Kompleks Wilayah (regional complex approach)

Kombinasi antara analisa keruangan dan analisa kelingkungan disebut sebagai analisa kewilayahan atau analisa kompleks wilayah. Pada analisa ini wilayah tertentu didekati atau dihampiri dengan pengertian Areal differentiation  yaitu suatu anggapan bahwa interaksi antar wilayah akan berkembang karena pada hakekatnya berbeda antara wilayah satu dengan wilayah lainnya. Pada analisa ini diperhatikan pula mengenai penyebaran fenomena tertentu (analisa keruangan) dan interaksi antara veriabel manusia dan lingkungannya untuk kemudian dipelajari kaitannya sebagai analisa kelingkungan. Perkembangan konsep regional dalam geografi banyak digunakan untuk menganalisa berbagai fenomena  geosfer  yang memiliki variasi  keruangan  yang secara kausalitas berhubungan langsung maupun tidak langsung dengan lingkungannya meliputi lingkungan biotik, abiotik maupun cultural sehingga membentuk fenomena jaringan kewilayahan. Pendekatan wilayah pada awalnya lebih menekankan pada distribusi dan karakteristik berbagai fenomena dalam wilayah tertentu.

Contoh: Rendahnya kualitas Air Sungai Sanga Seka (kandungan logam berat melebihi standar kesehatan, misalnya: merkuri) di Desa Ria. Penerapan Pendekatan Kewilayahan dapat diterapkan untuk kasus ini. Karena Desa Ria Terletak pada bagian hilir sungai serta tidak ada fenomena geosfer atau aktivitas manusia yang mengarah terhadap peningkatan kadar Merkuri dalam air sungai maka sumber masalah berasal dari dari daerah lain, misalnya di bagian Hulu Sungai Sanga seka (Desa Ngala). Maka, di Desa Ngala dilakukan pengkajian terhadap fenomena geosfer termasuk aktivitas manusia. Hasilnya diketahui, bahwa: di Desa Ngala terdapat aktivitas penambangan emas tradisional yang tidak ramah lingkungan dengan menggunakan raksa sebagai upaya pemurnian emas. Limbah dari hasil permurnian langsung dibuang ke sungai tanpa pengolahan lebih lanjut. Akibatnya air sungai yang tercemar limbah raksa (mercuri) mengalir melewati Desa Ria.

Dari analisis tersebut dapat dicari solusi yang tepat, misalnya: melarang warga memanfaatkan air sungai atau memakan ikan dari sungai tersebut atau menertibkan pertambangan.

geografi
geografi media pembelajaran geografi berbasis online

Post a Comment for "Pendekatan Geografi dan Contoh Terapannya"