Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting

Ruang Lingkup Pengetahuan Geografi

Ruang Lingkup Pengetahuan Geografi

Ruang Lingkup Geografi

Dalam materi pembelajaran ini, kita akan belajar mengenai definisi geografi dan sejarah perkembangan ilmu geografi

Definisi Geografi

Salah satu kesalahan konsep yang umum terjadi adalah memandang Geografi sebagai studi yang sederhana tentang nama-nama suatu tempat. Implikasi dari pemahaman seperti itu menyebakan terjadinya reduksi terhadap hakekat geografi. Geografi menjadi pengetahuan untuk menghafalkan tempat-tempat dimuka bumi, sehingga bidang ini menjadi kurang bermakna untuk kehidupan. Geografi sering juga dipandanng identik dengan Kartografi atau membuat peta. Dalam prakteknya sering terjadi para geograf sangat trampil dalam membaca dan memahami peta, tetapi tidak tepat jika kegiatan membuat peta sebagai profesinya.

Kata Geografi berasal dari geo = bumi, dan graphein = mencitra. Ungkapan itu pertama kali dikemukakan oleh Eratosthenes yaitu dari kata “Geographycal”. Kata itu berakar dari geo = bumi dan graphycal = lukisan atau tulisan. Jadi kata Geographycal dalam bahasa Yunani, berarti lukisan tentang bumi atau tulisan tentang bumi. Berdasarkan pendapat tersebut, maka para ahli Geografi (Geograf) sependapat bahwa Erastothenes dianggap sebagai peletak dasar pengetahuan Geografi.

Geografi di setiap negara memiliki istilah yang berbeda-beda. Di Inggris disebut dengan Geography, di Prancis dikenal dengan Geographie, Negara Jerman menyebutnya Die Geographie / Die Erdkunde, Belanda dikenal dengan istilah Geografie / Aardrijkskunde  sedangkan di Yunani menggunakan istilah Geographike.

Pada awal abad ke-2, muncul tokoh baru yaitu Claudius Ptolomaeus mengatakan bahwa Geografi adalah suatu penyajian melalui peta dari sebagian dan seluruh permukaan bumi. Jadi Claudius Ptolomaeus mementingkan peta untuk memberikan informasi tentang permukaan bumi secara umum. Kumpulan dari peta Claudius Ptolomaeus dibukukan, diberi nama ‘Atlas Ptolomaeus’.

Menjelang akhir abad ke-18, perkembangan Geografi semakin pesat. Pada masa ini berkembang aliran fisis determinis dengan tokohnya yaitu seorang geograf terkenal dari USA yaitu Ellsworth Hunthington. Di Perancis faham posibilis terkenal dengan tokoh geografnya yaitu Paul Vidal de la Blache, sumbangannya yang terkenal adalah “Gen re de vie”. Perbedaan kedua faham tersebut, kalau fisis determinis memandang manusia sebagai figur yang pasif sehingga hidupnya dipengaruhi oleh alam sekitarnya. Sedangkan posibilisme memandang manusia sebagai makhluk yang aktif, yang dapat membudidayakan alam untuk menunjang hidupnya.

Setiap manusia memiliki pendapat masing-masing tentang berbagai hal dalam kehidupannya. Demikian pula dengan definisi atau pengertian Geografi. Berikut ini disajikan beberapa definisi yang akan saling melengkapi dan dengan demikian diharapkan dapat menyingkap inti masalah atau pokok kajian geografi.
  1. Preston e James berpendapat bahwa, “Geografi dapat diungkapkan sebagai induk dari segala ilmu pengetahuan” karena banyak bidang ilmu pengetahuan selalu mulai dari keadaan muka bumi untuk beralih pada studinya masing-masing.
  2. Ullman (1954), “Geografi adalah interaksi antar ruang”, dalam bukunya yang berjudul Geography a Spatial Interaction.
  3. Maurice Le Lannou (1959), “Geografi mempelajari kelompok manusia dan organisasinya di muka bumi”, dalam bukunya yang berjudul La Geographie Humaine.
  4. John Mackinder (1861-1947), seorang pakar Geografi memberi definisi Geografi sebagai satu kajian mengenai kaitan antara manusia dengan alam sekitarnya
  5. Paul Claval (1976) berpendapat bahwa, “Geografi selalu ingin menjelaskan gejala gejala dari segi hubungan keruangan”
  6. Ferdinan Von Richthofen,”Geografi adalah ilmu yang mempelajari tentang gejala dan sifat-sifat permukaan bumi dan penduduknya, serta menerangkan hubungan sebab akibat ataupun terdapat gejala dan sifat-sifat itu secara bersamaan.”
  7. Sidney E. Ekblaw dan D.J.D. Mulkuner mengartikan Geografi sebagai ilmu yang mempelajari tentang bumi dan kehidupannya yang mempengaruhi cara kita hidup, makanan yang kita makan, pakaian yang kita pakai, rumah yang kita bangun, dan aktivitas rekreasi yang kita nikmati.
  8. Halim Khan, Geografi adalah lingkungan alam dan sosial merupakan wilayah untuk melakukan kegiatan
  9. Bintarto (1977) mengemukakan, bahwa Geografi adalah ilmu pengetahuan yang mencitra, menerangkan sifat bumi, menganalisis gejala alam dan penduduk serta mempelajari corak khas mengenai kehidupan dan berusaha mencari fungsi dari unsur bumi dalam ruang dan waktu
  10. Hasil semlok (seminar dan lokakarya) di Semarang tahun 1988. Geografi adalah ilmu yang mempelajari persamaan dan perbedaan fenomena geosfer dengan sudut pandang kewilayahan dan kelingkungan dalam konteks keruangan.

Kalau kita perhatikan beberapa definisi / pengertian dan sejarah perkembangan dari geografi tersebut, ternyata pengertian geografi selalu mengalami perkembangan. Namun kalau kita kaji lebih jauh, di antara pandangan para ahli tersebut tampak ada kesamaan titik pandang. Kesamaan titik pandang tersebut adalah mengkaji:
  1. Bumi sebagai tempat tinggal
  2. Hubungan manusia dengan lingkungannya (interaksi)
  3. Dimensi ruang dan dimensi historis
  4. Pendekatannya, spasial (keruangan), ekologi (kelingkungan) dan regional (kewilayahan).

Pada definisi yang terakhir, terdapat kata  bahwa geografi mempelajari persamaan dan perbedaan fenomena geosfer. Lalu apa yang Anda ketahui tentang geosfer ? Geosfer meliputi : atmosfer ( lapisan udara ), Lithosfer ( lapisan batuan ), hidrosfer ( lapisan air ), Biosfer ( lapisan mahluk hidup / flora dan fauna ) dan antroposfer ( lapisan manusia ).


Sejarah Perkembangan Ilmu Geografi

Ilmu Pengetahuan Geografi telah dikenal sejak jaman dahulu. Pencatatan dan dokumetasi kejadian yang berkaitan dengan geografi telah dilakukan oleh bangsa Yunani Kuno. Sampai sekarang ilmu pengetahuan geografi terus berkembang. 

Perkembangan Ilmu Geografi dibagi dalam beberapa fase, yakni: 

A. Geografi Klasik

Pada fase geografi klasik, pandangan geografi lebih menekankan pada mitos. Beberapa tokoh yang konsepnya berkembang pada fase ini antara lain adalah sebagai berikut.
  1. Thales: Thales adalah Geograf  Yunani Kuno pertama yang melakukan penelitian dan mengungkapkan informasi Geografi dengan melakukan perjalanan ke berbagai tempat.
  2. Erasthotenes: Dalam bukunya Geografica, Erasthotenes menuliskan tentang gambaran permukaan bumi, sejarah, dan konsep utama geografi. Menurutnya bumi berbentuk bulat dengan kelilingnya 24.650 mil.
  3. Heraclides: Heraclides merupakan Geograf  Yunani Kuno yang mengemukakan bahwa bumi berputar dari barat-timur.
  4. Herodotus: Herodotus merupakan tokoh Geografi yang membuat laporan Geografi sekitar Wilayah Timur Tengah.
  5. Phytheas: Phytheas merupakan pengikut Thales. Ia melakukan pengukuran jarak matahari ke bumi.
  6. Claudius Ptolomeus: Geografi terkenal bangsa Yunani yang menulis buku Guide to Geography atau Panduan Geografi. Dalam bukunya ia menuliskan petunjuk pembuatan peta dan membuat daftar delapan ribu tempat berserta letak lintang dan bujur. Salah satu pembacanya adalah Chisthoper Columbus, orang yang menemukan Benua Amerika. Menurut Claudius, Geografi adalah penyajian sebagian bentuk permukaan bumi dalam bentuk peta. Geografi mempelajari bentuk dan dimensi suatu daerah.

B. Geografi abad pertengahan dan renaisance

Pada fase perkembangan Geografi ini, ditandai dengan berkembangnya dualisme ganda yakni Geografi Umum dan Khusus serta Geografi Fisik dan Manusia. Pelopornya Bernadus Veranius (1622 – 1650). Bernadus Veranius dalam bukunya Geographia Generalis mengatakan bahwa Geografi adalah bagian campuran dari Matematika yang membahas kondisi bumi berserta bagiannya juga tentang benda-benda langit. Veranius membagi geografi menjadi dua, yakni:
  1. Geografi Umum: Geografi Umum membahas bumi secara umum yang meliputi teresterial (pengetahuan bumi secara keseluruhan, bentuk, usuran), astronomis (hubungan bumi dengan bintang-bintang dan benda langit lainnya sehingga menjadi cikal bakal dari kosmografi), komparatif (menyajikan secara lengkap mengenai bumi, letak dan tempat).
  2. Geografi khusus: Bagain ini mendeskripsikan tentang wilayah tertentu menyangkut wilayah luas maupun sempit. Bagian ini terdiri dari tiga aspek yakni atmosfer (iklim), litosfer  (relief, vegetasi, dan fauna), serta manusia (penduduk, perniagaan, pemerintahan).

C. Geografi Modern 

Pada fase ini, Pengetahuan Geografi meletakkan dasar pengetahuan empiris melalui prosedur induktif dengan melakukan penjelajahan untuk menyusun hukum-hukum pada Studi Geografi. Beberapa tokoh pada fase ini adalah sebagai berikut ini.
  1. Imanual Kant (1724 - 1821): Kant adalah seorang Geograf dan Filsuf. Kant mengganggap Geografi dekat dengan Filsafat. Semua gagasan Kant tentang Hakekat Geografi dapat ditemukan dalam bukunya Physische Geographie. Menurutnya Geografi adalah ilmu yang objek studinya adalah benda-benda, hal-hal atau gejala-gejala yang tersebar dalam wilayah di permukaan bumi.
  2. Kart Ritter (1779 - 1859): Ritter dianggap sebagai peletak dasar Geografi Modern. Profesor Geografi Universitas Berlin ini mengatakan bahwa Geografi adalah suatu telaah mengenai bumi sebagai tempat tinggal manusia. Hal-hal yang menjadi objek studi Geografi adalah semua fenomena di permukaan bumi baik organik maupun anorganik yang berkaitan dengan kehidupan manusia.

D. Geografi akhir abad ke 10 awal abad ke 20 

Perkembangan geografi pada fase ini dibagi menjadi:
  1. Determinisme Iklim (1876 - 1947): Ellworth Huntington adalah Geograf asal Amerika Serikat. Melalui bukunya The Pulse of The Earth, ia memaparkan bahwa kelangsungan hidup dan peradaban manusia sangat dipengaruhi iklim. Huntington mengatakan bahwa Geografi sebagai studi tentang fenomena permukaan bumi berserta penduduk yang menghuninya. Ia juga menjelaskan ada hubungan timbal balik antara gejala dan sifat-sifat permukaan bumi dengan penduduknya. Oleh karena itu pahamnya dikenal dengan determinisme iklim yang memandang iklim sebagai penentu kehidupan. 
  2. Possibilisme: Vidal de la Blace mengatakan bahwa alam menawarkan berbagai kemungkinan yang dapat dimanfaatkan manusia dalam melakukan kegiatan produksi. Sehingga dalam konsepnya gendre de vie atau mode of live (cara hidup), Geografi diartikan sebagai ilmu yang mempelajari bagaimana proses produksi dilakukan manusia terhadap kemungkinan yang ditawarkan alam.

E. Geografi Mutakhir

Perkembangan Geografi pada fase ini lebih berorientasi pada masalah interaksi lingkungan fisik dan manusia dengan analisis keruangan, ekologi dan wilayah. Selain itu geografi terkait dengan disiplin ilmu lainnya. Wilayah tetap dipelajari, namun bukan tujuan akhir.  Tokoh dan pandangan tokohnya mengenai Geografi antara lain adalah sebagai berikut:
  1. Ullman: Geography a spatial interaction.
  2. Halford Mackinder: Mackinder adalah pengajar di Univesitas Oxpord. Dalam makalahnya the scope and metodhs of geography ia mengemukakan konsep man land ratio. Ia mengatakan bahwa Geografi adalah ilmu yang fungsi utamanya menyelidiki interaksi manusia dalam masyarakat dengan lingkungan yang berbeda menurut lokasinya.
  3. N. Daeldjoeni: Geografi adalah ilmu pengetahuan yang mengajarkan manusia dalam ruang yang meliputi spasial, ekologi, dan regiĆ³n.
  4. Bintarto: Geografi adalah ilmu pengetahuan yang mencitrakan, menerangkan sifat-sifat bumi, menganalisis gejala alam dan penduduk, serta mempelajari ciri atau corak khas tentang kehidupan dari unsur-unsur bumi dalam ruang dan waktu.
  5. Seminar dan lokakarya ikatan geografi Indonesia di Semarang tahun 1988: Geografi adalah ilmu yang mempelajari persamaan dan perbedaan fenomena geosfer dengan sudut pandang kelingkungan dan kewilayahan dalam konteks keruangan.
geografi
geografi media pembelajaran geografi berbasis online

Post a Comment for "Ruang Lingkup Pengetahuan Geografi"